Mobile Banking Mandiri

16.55

Lima bulan menelantarkan blog, saya tiba-tiba punya motivasi besar buat nulis (lagi).

Karena....

 4 tulisan terakhir saya page view nya tinggi! 


Yha nggak yang tinggi-tinggi amat sih. Tapi sungguhlah ini rekor terbaik saya. Menurut ngana sehari bisa 30*an visitor joss gandos banget nggak tuh buat ukuran blog remahan peyek gini? 
Atau jangan-jangan. Visitor blog saya adalah makhluk lain dari planet Namek. Err.



  *sekarang sudah 200-300 pageview perhari dan visitornya 100 an yeyyyyyyy!

Darimanapun asalnya visitor itu, saya bahagiyah! 

Untuk mengekspresikan kebahagiaan ini saya mau share tentang hal paling krusial abad ini yaitu  mobile banking. 

Fyi saya punya 2 rekening, Mandiri dan BNI *sugih meenn. Dua-dua nya aktif internet banking, tapi yang paling sering digunakan internet banking mandiri. Jadi apa yang saya tulis ini berdasarkan pengalaman saya menggunakan mobile banking mandiri. 

Kalau kamu wanita aktif, sering pecicilan mobile tiba-tiba, kadang mager tingkat Asia Tenggara, suka belanja online, kamu wajib fardu 'ain punya mobile banking. 

Apa bedanya mobile banking dan internet banking? 

1. Mobile banking berbasis aplikasi di ponsel, sedangkan internet banking dapat diakses di web. Dalam kasus ini, mobile banking mandiri (yang saat ini namanya menjadi Mandiri Online) dapat diunduh di Play Store. Internet banking mandiri diakses di www.ib-mandiri.co.id

2. Ketika melakukan transaksi finansial via web, user harus mempunyai token sebagai alat untuk memasukkan PIN. Token bisa diambil di Bank yang bersangkutan, biaya nya berkisar 10.000-30.000. Karena saya medit, saya nggak pakai token, jadi internet bankingnya hanya bisa untuk transaksi non finansial (cek mutasi, cek saldo). Sebagai gantinya saya pakai mobile banking yang tidak membutuhkan token. 

By the way, token seperti ini wujudnya. 



3. Pendaftaran internet banking bisa dilakukan oleh user sendiri via ATM. Sedangkan mobile banking harus dibantu oleh customer service di cabang. Sebelum mendaftar mobile banking, user harus terdaftar di sms banking dulu. Kalau sms banking bisa daftar sendiri di ATM. 

Dulu saya pernah ada niat untuk menghapus sms banking, mayan mahal cyin tiap ada transaksi diatas 1 juta pasti ada sms masuk. Satu kali sms kalau tidak salah 1000. 

Tapi ternyata kalau sms banking di non aktifkan, mobile banking juga otomatis non aktif. Yhasudalah ku mencoba ikhlas pada uang seribuan itu. 

Lalu, kenapa install mobile banking hukumnya fardu 'ain?

1. Karena kita sudah bayar mahal buat biaya administrasi di bank. 

Ya ini tidak berlaku kalau rekening ngana rekening payroll yang potongan bulanannya paling 3000. Payroll saya di Mandiri, tapi rekening saya bukan rekening payroll, biaya bulanannya 15.000 *kalau nggak salah baca*. Mobile banking salah satu fasilitas yang diberikan oleh bank. Sayang aja gitu kalau tidak dimanfaatkan. Sebisa mungkin saya akan memanfaatkan apa-apa yang bisa dimanfaatkan. Duh ai mah emang anaknya realistis semi oportunis. 

2. Beli pulsa lebih hemat dan praktis.  

Beli pulsa 25.000 bayarnya juga 25.000. Lagi-lagi atas nama hidup yang lebih hemat. Dan juga kalau tiba-tiba butuh pulsa nggak ada lagi dong harus lari ke konter dulu atau galau karena chat nya gak di baca-baca sama Kang pulsa. 

3. Bayar tiket lebih mudah

Ini nih buat yang sering pergi dadakan kaya Kang tahu bulat. Biasanya batas maksimal pembayaran tiket cuma 3 jam. Bayangkan kalau rumah you mencit lalu harus beli tiket jam 11 malam. Maka mobile banking akan sangat sangat membantu. Daripada keluar ke ATM tengah malam lalu diculik alien. Yekaan? 

4. Bayar belanja online juga lebih cepat

Kalian pernah nggak belanja online sama sista nya cuma dikasih waktu 15 menit buat bayar? Saya pernah! Karena barang itu most wanted banget jadi harus rebutan. Apalah yang bisa dilakukan kalau ternyata belanja nya pas lagi di kantor. Masa iya ijin ke luar kantor cuma mau bayar online shop? Kan dikira karyawan yang tidak berfaedah dan berdaya guna. 

5. Transfer antar bank tanpa perlu ingat-ingat kode bank. 

Kalau transfer antar bank di ATM kita harus memasukkan kode bank. Ya kalau tau kode nya. Ya kalau yang mau di transfer juga tau kodenya. Transfer lewat mobile banking tinggal klik-klik pilih nama bank nya aja dong. 

6. Hidup mati nya sista online shop

Punya online shop tanpa punya internet/mobile banking bagai lotek tanpa bumbu kacang, sist!  Gimana dong kalau ada yang transfer mau cek masa harus lari-lari ke ATM dulu. Ngos-ngosan lah kaw. 


Pesan moral : Saya bukan marketing bank Mandiri okhaay. Yha. Wassalamualaikum.



You Might Also Like

0 komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Hai. Terimakasih atas kunjungannya.

Entri Populer

Pengikut

Part of

Blogger Perempuan