Grand Concert Gadjah Mada Chamber Orchestra Vol.6

17.56

Sabtu, 6 Mei 2017. Gadjah Mada Chamber Orchestra menggelar konser tahunan untuk ke enam kalinya. Kali ini bertema "Lucid Dream". Menampilkan 13 repertoire yang...............................5 diantaranya saya "hah hoh" moment. Blass nggak tahu lagunya.

Walaupun tidak tahu lagunya, tapi saya sangat-sangat bisa menikmati sepanjang acara. Sungguh keren sekali GMCO ini. Luv luv.

Konser diadakan bulan Mei, tapi tiket sudah mulai dijual dari akhir bulan Maret. Sok lah yang belum pernah nonton dan baru punya keinginan buat nonton tahun depan jangan nyante-nyante beli tiketnya. Cepet banget habis, terutama seat-seat yang potensial. 


Tiket yang disediakan ada 4 kelas : Fortissimo (150K) , Forte (120K), Piano (90K), dan Pianissimo (60K). 

Worth it kah harga segitu? Banget! Ini murah banget taww, yha pemainnya juga mahasiswa-mahasiswa, jadi acaranya bukan untuk komersil 100%. 


Kemarin saya iseng-iseng searching harga tiket konsernya Twilite Orchestra, harganya mulai 500.000-2.000.000 meenn. Itu mah sama kaya harga nontonin dedek Dio sama mamaz Suho


Saya memang belum pernah nonton yang kelas kakap kayak Twilite. Jadi belum bisa membandingkan. Tapi nonton yang kelas mahasiswa begini aku uda bahagia *mudah dibahagiakan*. 


Lighting nya, sound, venue, overall bikin "APAPUN YANG TERJADI KU HARUZ NONTON LAGI DAN LAGI


Konser dimulai tepat pukul 19.15 selesai pukul 22.15 *kalau nggak salah liat jam ya*. 


Selama konser penonton dilarang keluar masuk. Kalau kepuyuh,  tenang ada break setelah setengah repertoire dimainkan. 


Dresscodenya agak ketat peraturanya. No T-shirts. No Shorts. No Sandals. Beda lah yaww sama kostum nonton Titin Karisma. Hakz!


Dian Pelangi dan Mega Iskanti di Grand Concert GMCO Vol.6

Selama konser saya gumun tak habis-habis. Yah dasar emang dari oroq sudah disetting gumunan aku mah sama Bu Eny. 

Gimana caranya itu kan ada belasa jenis alat musik yang jumlahnya ratusan. Dalam sesama jenis (((sesama jenis???))) pun mempunyai partitur yang berbeda.

TAPI OH  KENAPA BISA JADI SATU GITU DUH CANTIK SEKALI ITU SUARANYA. AKU GAK KUAT MENAHAN HARU.

Heleh ! 


 Repertoire. Di booklet ini juga ada sekilas info tentang para player.

Apalagi waktu mas violist favorit main Mission Impossible.  Adek meleleh melebur menyublim menguap mencair. Zuper. Kalau  kata anak Kpop : "Gue mau jadi biola nya bang".

Dari dulu jaman pertama nonton GMCO mas violist sudah sukses biqin qu terpana tiada tara. Penasaran sama mas nya? Nih ku kasih tau hasil perkepoanku : Danu Kusumawardhana. Klik gih klik. Mas Danu, kalau masnya butuh president fans club daku bersedia dengan sukarela.


 Nyolong gambar dari instagram GMCO
Semua malam itu ncip nget.  Kecuali. Kostum mas penyanyi solo nya. 

Beberapa lagu memang dibawakan dengan ada penyanyinya. Saya kurang suka waktu ada penyanyinya. Ya karena fokus jadi ke penyanyi, orkestra nya kalah. 

Saya kan mau nonton orkestra. Bukan nonton orang nyanyi diiringi orkestra. 

Bagus sih suara mereka. Tapi. Kostum salah satu mas penyanyi soo no very. Sangat enggak banget. 

Jas violet. Ada ornamen gold di lengan dan bahu. You know. Mengingatkanku pada kostum di acara TV yang nama acaranya bisa buat sambel. 

Sambel terong. 

D'terong. 

Sok lah malah disebutin sekalian. 

Tapi kekurangan 1 jas violet gold blink-blink itu sudah dibayar berlebih-lebih di bagian Mission Impossible. 

Salut lah buat semua pihak yang ikut berpartisipasi mendukung terselanggaranya acara keren itu. Semoga tahun depan makin yoi acaranya. 

TOLONG BIKIN TEMA WEDDING SONG DONG

Nanti Danu main Endless Love atau Loving You gitu. Lalu aku akan emoh pulang dan salto di atas panggung karena terlalu excited

Acara-acara semacam ini sangat direkomendasikan buat pecinta musik klasik, instrument, orkestra, dan sejenisnya. Terutama yang tabungannya pas-pasan. Carilah konser-konser nya mahasiswa. Mayan. Irit. Duitnya buat beli Bon Cabe.


Buat mz dan mb yang baru mau nonton konser/pertunjukan orkestra untuk pertama kali saya punya beberapa catatan. Dibaca yha

Berpakaianlah dengan sopan
Wajib kalau nggak mau kaya orang udik! 70% dari penonton berpakaian formal. 30% nya semi formal, mereka mereka ini biasanya yang baru pertama nonton orkestra. Saya dulu juga begitu lolol. Pertama kali nonton pake kaos yang dikamuflase pake cardigan, bawahnya pake jeans, sepatunya crocs.

Lah itu kostum kuliah sekali.

Sampai di venue. Ternyata 80% wanitanya pake formal. Formal banget ala ala pesta. Baju cantik. High heels atau minimal wedges. Tas cantik. Kalau yang tidak berjilbab rambutnya di kriwil-kriwil atau di cepol a la pramugari.

Para lelakinya pakai hem panjang. Hem nya yang lengannya di lipat gitu. Celana bahan. Rapih lah pokokmen. Kalau lelaki kostumnya yang nggak seheboh wanita nya sih, ya masih kostum kuliah versi lebih rapi.


 

Datanglah tepat waktu
Beberapa konser hanya mengijinkan para penonton telat masuk saat sesi break. Beberapa lagi baru bisa masuk saat pergantian konduktor, waktu MC nya lagi speak-speak.


Sayang kan ketinggalan beberapa lagu


 

Jangan norak pliz
Seganteng apapun sekeren apapun player nya jangan tepuk tangan membabi buta. Apalagi histeris kaya nonton konser Kpop

“AAAAAAKKKKK OPPAAA OPPAAAA SARANGHAE”

Pancal ndasmu kalau sampai begitu.

Tepuk tanganlah disaat yang sudah ditentukan. Di akhir repertoire atau di saat konduktor meninggalkan panggung


Bhaaayyy. 












 

You Might Also Like

0 komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Hai. Terimakasih atas kunjungannya.

Entri Populer

Pengikut

Part of

Blogger Perempuan