Sharing : Pengalaman Seleksi CPNS Tahun 2017

07.56



Daripada menyebut ini tips dan trik, saya lebih suka disebut sharing pengalaman. Kalau tips dan trik  pasti banyak yang nulis tips trik CPNS ala ala, seperti : jangan lupa berdoa dan minta restu orang tua. Lha lawas itu lek. Memang penting banget berdoa dan restu orang tua, tapi jangan lupa usaha-usaha nyata juga perlu dilakukan. Jadi saya akan lebih fokus menulis ke hal-hal yang mungkin akan sedikit mengganggu kelancaran proses seleksi.

 Hal hal yang perlu diperhatikan saat mengikuti seleksi CPNS versi mantan cah pejuang CPNS tahun 2017 :

1. SELOW AJA NGGAK USAH BURU-BURU LOGIN MILIH FORMASI
Ini penting banget ges. Karena sekalinya login milih formasi, udah nggak bisa ganti formasi lagi. Pelajari dulu persyaratan dari formasi / instansi tertentu. Persyaratan umum CPNS semua memang sama, tapi beberapa formasi mempunyai persyaratan khusus. Jangan lupa pelajari juga peluang dari setiap formasi. Jadi pengumuman pertama memang dikeluarkan oleh Menpan, tapi lebih detailnya setiap instansi mempunyai pengumuman sendiri.

Sambil mempelajari formasi, persiapkan semua persyaratan dengan baik. Dulu saya download satu per satu pengumuman detail di Instansi yang memungkinkan ada lowongan untuk jurusan saya. Saya pelajari job desc nya, cari tahu lokasinya, cari tahu peluangnya.


KASUS – KASUS YANG TERJADI SAAT PENDAFTARAN ONLINE : 
Langsung memilih Instansi X. 
Setelah masuk ke instansi, ternyata tidak ada formasi yang sesuai. Tidak sesuai bukan karena salah jurusan, TAPI KARENA USIA. Kan sedih ya. Teman saya dulu langsung memilih Kemenkeu, waktu sudah masuk ternyata Kemenkeu punya batasan umur yang lebih rendah dari Instansi lain. Sayang banget kan, padahal kalau daftar di Instansi lain masih bisa.

Salah mengartikan dan terlalu percaya diri dengan jurusan. 
Formasi Analis Data butuh kualifikasi lulusan Teknik Kimia / Kimia , eh mbak Maimunah dari Pendidikan Kimia dengan PD nya daftar dong. Dikiranya “Lah sama-sama Kimia ini, daftar dulu aja barangkali nanti bisa dipertimbangkan kan aku pinter aku cakap soft skillku bagus”

Atau misal si Mbak Ningsih lulusan Kimia, liat ada formasi untuk Balai Besar Pulp dan Kertas, tapi formasi untuk jurusan Biologi. Ningsih ini merasa “Ya kertas pulp kan ada kimia-kimia nya. Coba daftar situ aja lah kan masih agak nyambung juga”.

PD bet lu!
Wahai Maimunah, & Ningsih, kerja di Pemerintah ini lebih saklek. Kalau di awal mintanya Teknik Kimia ya harus Teknik Kimia. Beda dengan di swasta, kalau memang kemampuanmu bagus banget, calon boss mu suka, jurusan bukan penghalang. 

Jangan tanya ada berapa orang yang seperti ini. Banyaakkk yang gugur di verifikasi dokumen langsung. Doi mungkin PD-PD aja bisa cheating di sistem. Tapi ketahuilah, verifikator nya tegas-tegas. Kalaupun lolos di verifikator sampai akhirnya bisa diterima jadi CPNS, ketahuilah nantinya akan bermasalah saat pembuatan NIP di BKN. Seqiyan. Dan jangan terlalu PD. Bhay.

Salah mengartikan jumlah formasi dan penempatan
Nah sampai disini akan keliatan, mana yang daftar CPNS mengandalkan aji mumpung mana yang benar-benar mempersiapkan. Mungkin ada berpuluh-puluh ribu orang merasa tenang dan bangga kalau sudah berhasil login dan mendapat nomer pendaftaran. 

Mas Bambank, daftar Analis Kebijakan di Instansi X, yang dibutuhkan ada 100 orang dari jurusan A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R. 

Mas Bambank yakin betul, “Banyak nih peluangnya” ceunah. Dia nggak tahu kalau 100 orang itu masih dibagi-bagi lagi per jurusan per satuan kerja. Dia nggak tahu kalau dari jurusan dia, jurusan F, cuma butuh 4 orang yang nantinya disebar di 4 satker. Dengan kata lain hanya satu orang yang dibutuhkan. Padahal sebetulnya ada rincian lebih detail tentang penempatan dan formasi, tapi Mas Bambank kurang googling

Mas Bambank – Mas Bambank ini banyak bermunculan waktu mendekati pengumuman SKB. Pengumuman SKB biasanya sudah detail per formasi per penempatan. Barulah “Lha pribe kok gini”. 

Makane jangan malas browsing, Mbank.



2. LEGALISIR
 
Legalisir transkrip nilai dan ijazah harus cap basah. Cap basah itu cap langsung. Jadi misal you nitip legalisir ke teman, sama temanmu dikirim lewat email, terus kamu print, itu ndak boleh. Kalau nitip legalisir ke teman, minta kirim hardcopy nya. 
Jangan mengharap belas kasihan dari panitia. Banyak yang ditolak gara-gara cap basah. Memang ada yang diberi waktu 3-4 hari untuk melengkapi, tapi lebih baik persiapkan jauh-jauh hari.



3. AKREDITASI

Akreditasi TAHUN LULUS harus sesuai dengan yang dipersyaratkan. Banyak banget yang bermasalah disini. Tahun lulus 2011, tapi yang surat akreditasi dikumpulkan berlaku dari 2012 – 2017. Ya nggak bisa Kokooom. Kembalilah ke kampus, minta ke TU sambil di rayu-rayu biar mau nyariin akreditasi tahun sebelumnya. 

Kalau TU nya pemalaz, dan udah mentok banget nggak usah depresi. Beberapa teman lulusan angkatan “veteran" ada yang nyari akreditasi terdahulu dari web BAN PT.  Jaman dulu CPNS kan persyaratannya nggak seketat sekarang, jadi senior-senior banyak yang kurang mempersiapkan surat akreditasi ini. Pas minta ke kampus, ehhhh tahunnya beda, eeehh TU nya nggak mau nyariin yang tahun sebelumnya.

Saya sendiri sudah prepare dari jauh-jauh hari. Jadi kalau tanya “Mba gimana cara nya nyari di BAN PT” , jawabannya SAYA NGGAK TAHU, MZ. Ke kampus dulu aja, langsung minta ke jurusan.



4. JANGAN MALAS DAN IKUTI APA KATA PENGUMUMAN

Tidak perlu dijelaskan lebih lanjut ya. Kalau pengumuman bilang harus verifikasi / tes jam sekian tanggal sekian di lokasi ini, ya ikuti apa kata pengumuman. Yang daftar CPNS ini ratusan ribu, mbok piker gampang ngubah-ngubah jadwal. Saya pernah baca di Twitter ada yang ngotot minta ganti jadwal, alasannya karena panitia dulu yang merevisi jadwal, jadwal yang sudah dia susun jadi berantakan dan menurutnya panitia wajib bertanggung jawab akan hal ini. Nais yha~ : )



5. BELAJAR TKD ( TES KEMAMPUAN DASAR )

Sudah daftar, tapi nggak belajar, karepmu apa lek? 
Mungkin sudah banyak yang tahu kalau soal-soal TKD setiap orang beda-beda, jadi diacak oleh sistem gitu.Tahun kemarin, kalau nggak salah ada sekitar 30.000 jenis paket soal yang disiapkan. Jadi nggak akan bisa contek-contekan sama sebelah.

Eh, sudah tahu kan kalau tes nya online? Tes nya pake komputer, begitu kita selesai mengerjakan, skor akan langsung keluar. Di luar ruangan biasanya ada monitor besar begitu kita klik jawaban orang diluar akan langsung tahu berapa nilai dan peringkat kita. Jadi bapak ibukmu yang nunggu diluar akan tahu, bahwa setelah mengerjakan selama tiga puluh menit anaknya baru bisa menjawab 4 pertanyaan dengan benar, dan posisinya ada di peringkat 122. Yha canggih kan~

Apakah perlu dijelaskan lebih detail mengenai materi TKD? Ndak perlu lah ya, saya rasa sudah banyak banget di internet. Yang saya tekankan, bagaimana cara belajar yang efektif? 

Yha skor saya mah biasa aja nggak yang wow gitu, sekedar sharing yang menurut saya paling efektif adalah dengan mengerjakan soal-soal. Jangan terlalu terpaku pada ringkasan materi. Menghafal UUD itu perlu tapi tidak perlu sampai plek jiplek kalimatnya, cukup hafalkan inti-intinya saja. Membaca sejarah juga perlu. Tapi perbanyaklah latian soal. Dengan latihan soal kita akan sadar betapa bodohnya kita. Betapa apa yang sudah kita baca ini masih cetek banget.

Buat yang sudah bekerja, persoalan belajar ini memang agak susah. Pulang kerja sudah capek, penginnya langsung tidur, ya kan? Dulu saya tiap mau berangkat kerja selalu baca dulu UUD, baca beberapa ayat, terus dihafalin di jalan. Istirahat makan di kantin bawa-bawa kertas kecil print out  UUD. Nanti pulang kerja juga sama, baca beberapa ayat, dihafalin di jalan. 

Contoh buruk yang (sebaiknya) jangan di contoh : Belajar & mengerjakan soal di sela-sela jam kantor. Kantor saya dulu agak selo sih ya, jadi yaudah sambil nyuri-nyuri baca di meja kerja mah bisa banget. Yang penting pekerjaan selesai, dan nggak ketahuan atasan lol.

Contoh lebih buruk yang (sebaiknya) jangan di contoh : Menghilang dari meja kerja di jam kantor hahahaha. Jadi 2 minggu mendekati TKD saya sering menghilang.  Jam 11  saya sudah lenyap dari pandangan boss. Jam 1 baru keliatan. Jam 15.00 juga saya sudah hilang, balik-balik lima menit sebelum bel pulang. Saya cheating 2 – 2,5 jam per hari. 

Ngapain? Baca materi. Karena baca materi butuh suasana tenang nggak bisa dilakukan di tempat dengan banyak gangguan. Lagi baca, terus tiba-tiba dipanggil atasan, lagi baca tiba-tiba ada telfon, lagi baca tiba-tiba diajak ngobrol teman sebelah. Gabisa belajar dedek tuh~

Dimana belajarnya? Di toilet wkwkwkw. Ya itulah satu-satunya tempat paling aman di dunia. Masuk toilet, kunci pintunya, tutup klosetnya, dudukin terus belajar deh. Kebetulan bagian bawah toiletnya rapet, jadi nggak keliatan kalau ada orang di dalam. 

Saya ucapkan maaf yang sebesar-besarnya ya kepada seluruh rekan dan atasan saya dulu. Ya gimana saya juga ingin masa depan yang lebih baik wkwkwkwk. Sebagai gantinya, kalau pekerjaan saya belum selesai, dan harus mendesak untuk diselesaikan, saya lebih memilih melanjutkan di kos. Karena godaan menyelesaikan pekerjaan di kos tidak sebesar godaan belajar di kos.

Lanjut. Langsung mengerjakan soal membabi buta tanpa membaca ringkasan materi terlebih dahulu?  NO!  Yang ada malah tambah bingung, kalau sudah membaca terlebih dahulu paling tidak paham, oh ini disini salahnya, harusnya ini. 

Saya belajar soal-soal dari buku CPNS, beli di Togamas / Gramedia banyaakk. Enaknya belajar dari buku, di depan sudah ada ringkasan materi. Jadi belajarnya lebih terarah, tinggal kalau mau pendalaman cari sendiri di internet. 

Selain dari buku saya juga belajar mengerjakan tes online dari BKN / menpan. Di internet kalau mau download dari sumber asal-asalan memang banyak. Tapi. Isinya banyak yang bosok. Apa yaa….yaa saya nggak tahu yang bikin soal-soal itu acuannya apa, asa beda banget sama soal-soal yang ada di webnya BKN. Pinter-pinter milih soal aja sih kalau download online. Udah dikerjakan sungguh-sungguh, eh sebenarnya ini tuh yang bikin ngasal aja, apalagi soal-soal TIU, banyak yang isinya malah soal-soal TPA anak SMA. 

Dulu ada teman yang rajin ngirim soal-soal di grup, tapi pas dibuka zonk. Apaan tes CPNS nggak ada tes gitu-gituannya.

Jangan terlalu ngebet belajar Tes Wawasan Kebangsaan. Ini saya banget nih. Latihlah kemampuan analisa & kuantitatif kalian. Terutama soal-soal peluang / deret / analogi. Dulu saya kurang latihan Tes Intelegensi Umum, jadi agak kesusahan mengerjakan soal hitung-hitungannya. Dan ya memang susah hitung-hitungannya.

Tes Karakteristik Pribadi = Tes paling mudah yang nilainya besar
Kalau memang niat banget ingin tinggi skor nya, mohon berpikirlah secara realistis ketika menjawab. Pilih jawaban yang-memang-seharusnya-begitu. Jadilah orang baik. Walaupun kenyataannya kamu nggak baik-baik amat, tapi jadilah baik kali ini. Jangan samakan tes ini dengan tes-tes yang ada diperusahaan. 

Diperusahan kalau ditanya “Jika ada teman satu tim yang kerja nya lambat maka….” Lalu dijawab “Saya biarkan saja, saya tidak akan membantu dia dan saya laporkan ke atasan karena dia menghambat” mungkin perusahaan akan memberi catatan bahwa kita adalah orang yang egois, mandiri dan individualis untuk jadi pertimbangan. Tapi kalau di TKP dijawab itu, niscaya nilanya akan 0. 



6. CARI TEMAN BELAJAR

Cari teman yang satu visi satu tujuan. Tujuannya biar kita merasa insecure . Semakin insecure akan semakin memotivasi buat belajar. Kalau temanmu tipe “Hahahaha telooo, aku gak sinau ae lah males akeh puol materine”, jangan diikuti.

Dulu saya punya GRUP WHATSAPP yang isinya semua pendaftar CPNS. Orangnya nggak ada yang saya kenal. Saya nemu grup dari Kaskus. Awalnya skeptis sama yang suka bikin grup-grup gituan. Tapi ternyata pas masuk grup tersebut sangat bermanfaat. Anggotanya aktif berdiskusi soal-soal. Saya yang awalnya adem ayem jadi insecure sendiri liat mereka sudah belajar ini sudah belajar itu, sedangkan diri ini baca soal yang mereka share di grup aja nggak mudeng itu soal apaan dan harus nyari jawaban dimana. 

Kabar baiknya. Dari teman-teman dunia maya itu sekarang banyak yang sudah ketemu langsung di dunia  nyata karena sama-sama diterima CPNS. Indah bukan?   Hahahaha apeuuu sih mbak lebay deh!



7. MEMPERSIAPKAN TES KEMAMPUAN BAKAT ( TKB )

Tes kemampuan bakat beda-beda jenisnya setiap instansi. Setiap instansi wajib memilih 3 dari 7 ( atau berapa gitu saya lupa ) jenis tes yang ditentukan. Di tempat saya dulu TKB nya FGD, lanjut psikotes, terakhir wawancara. Tiga-tiga nya dilakukan dalam satu hari. Jadi amaaann nggak perlu bolak-balik ijin. 

FGD ya standar aja lah dikasih kasus, disuruh diskusi, dinilai cara kita menyampaikan dan menerima pendapat orang lain. Psikotes nya hmmm ya karena saya ini cukup veteran dan berkali-kali di tolak perusahaan dengan berbagai jenis psikotesnya yang berbeda-beda, jadi alhamdulillah penolakan yang dulu-dulu itu baru saya rasakan manfaatnya sekarang wkwkwk.

Wawancaranya sekarang lebih objektif saya lihat. Kita dikasih pertanyaan, kalau jawaban benar 100% akan dapat nilai sekian, benar 80% nilainya sekian dan seterusnya. Setiap saya menjawab, interviewer akan langsung mengetik nilai di komputer yang (katanya) langsung terhubung ke sistem. Jadi nggak bisa, hmm atau akan susah buat tipu-tipu atau edit nilai seandainya nilainya kurang. 




8. MASUK PNS BAYAR BERAPA / DIBAWA SAMA SIAPA?

Alhamdulillah gratis. Cuma modal bensin buat bolak-balik ke tempat tes sama modal fotokopi dokumen & tes kesehatan. Alhamdulillahnya lagi, semua teman-teman di satker saya juga bersih semua. Masuk sendiri tanpa punya relasi / bayar.

Pernah gitu dulu ada yang nawarin ke orang tua saya buat masukin saya ke PNS, tapi bayarnya XXX juta. Keluarga sempat tergoda, ya gimana dulu nasib saya agak ambigu (?) hahaha jadi wajarlah. Tapi saya bisa meyakinkan kalau saya ini mampu lolos tes sendiri tanpa “bantuan” orang lain. 

Argumen saya dulu : “Malu Pak, aku lulusan XXX masa mau masuk PNS aja harus nyogok, susah lho kuliah di XXX, kalau ujung-ujungnya mung nyogok terus bisa jadi PNS, aku mending dulu kuliah di univ apalah-apalah aja, gak usah belajar dolan terus ae Pak?” *) 

IYA AKU MEMANG SOMBONG DAN SONGONG padahal ya anaknya nggak pinter & kurang berprestasi hahahaha. Tapi ya memang itu yang jadi pegangan saya. Coba kalau saya nyogok, pasti akan langsung ngitung panjaaaangggggg biar tahu kapan bisa POT dan berapa ROI nya lolol. 

Kelihatannya saya kok niat banget ikut CPNS ya? Ya iya dong niat nya harus bener dulu di awal. Niat tapi jangan ambisius cenderung desperate yha. Saya suka kzl, dari awal tahun udah ada aja yang rajin nanya “Belum ada CPNS lagi yha, CPNS lagi kapan yha? Ini hoax nggak yha~?” Tolonglah. Kalau ada penerimaan pasti infonya akan cepat menyebar kok. Memastikan hoax / enggak harusnya sudah pinter-pinter dong. Daripada nunggu-nunggu PNS yang entah kapan bukanya, fokus dulu lah ke hidupmu yang sekarang, Pak Eko. 

Dah ah. Bye, 2354  words, wow!!!!!


Boleh tinggalkan komentarnya dong, biar saya bahagia ada yang ngasih respon ke tulisan saya ini.



*) Alhamdulillah Ya Allah, saya diparingi bisa lolos. Udah songong-songong ngomong begitu, terus nggak lolos maka aku akan bersemedi di kamar mandi sampai tahun depan. 


Note : POT = Pay out time , berapa lam bisa balik modal
            ROI  = Return of Investment 
Iya iya aku anaknya cinta Ekonomi Teknik banget.

You Might Also Like

5 komentar

  1. Mbak rizky ini pintar dan berprestasi saudara saudara, pun teliti serta gemar berhitung. Joss lah pokoknya 👍👍👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih pujiannya, selain pintar dan berprestasi baru baru ini saya juga mulai pandai memasak. Walaupun belum enak, tapi bisa dimakan. Hahahaha apeuuu

      Hapus
  2. Subhanallah, ceu. Menginspirasi sekali.
    Based on true story yaah 👏👏👏

    BalasHapus

Mengenai Saya

Foto saya
Hai. Terimakasih atas kunjungannya.

Entri Populer

Pengikut

Part of

Blogger Perempuan