Tahun Adaptasi

16.19


Kalau saya bilang sih, adaptasi di lingkungan baru biasanya terjadi di tahun ke dua. Tahun pertama masih perkenalan, masih senang-senang hahaha hihihihi. Hal-hal yang sesungguhnya baru akan muncul paling cepat setelah satu tahun mengenal, baik itu untuk kasus lingkungan maupun manusia. 

Sedikit flashback, satu hal yang masih saya ingat betul dari Jogja adalah waktu kuliah semester 3 saya sering sakit dan IP nya terjun bebas. Saya buka mahasiswa cerdas yang IP nya wuapik memang, tapi dua semester awal IP saya (menurut saya) sudah wuapik bianget. Mata kuliah semester tiga kan benar-benar beda dan lebih ehemmm dibanding semester satu dua. Jadi mungkin saya kaget yang tadinya dasar-dasar tiba-tiba disuruh mikir Matematika Teknik Kimia yang uwemboohhh banget itu. Enam bulan itu saya juga sering sakit dari sakit biasa kayak mumet ndase, umbelen sampai campak dan cacar. 

Pun demikian dengan tahun ini.

Tahun ini tahun kedua saya pindah di Bandung, di lingkungan baru, orang-orang baru. Dua bulan ke belakang saya sering umbelen. Sering lah. Dua minggu yang lalu, saya mulai mumet ndase. Baru hari ini mulai seger lagi, bisa lincah nan ((trengginas)) lagi. 

Awalnya curiga jangan-jangan kena DBD atau tipus. Masa seminggu demam naik turun ra uwes uwes. Tapi waktu cek darah semua normal.....kecuali leukosit. Iya leukosit lagi. Bulan juli tahun lalu leukosit saya tinggi, diagnosanya kena ISK. Sekarang, tinggi lagi. Diagnosanya beda lagi : infeksi pencernaan. Wakakakakak!

Dari banyak sumber saya jadi tahu kalau penyebab tinggi nya leukosit bukan hanya karena adanya infeksi bakteri, tapi bisa juga karena sebab lain. Salah satunya. Stress. 

Sebagai si empunya badan, saya turut percaya kalau leukosit saya tinggi karena ada faktor stress juga. Alias kurang liburan. Terus kebanyakan makan gofood ena ena. Terus jarang gerak. Ditambah suka nyinyir. Suka ghibah. Ambis. Pelit. Ih dasar.

Saya bukan tipikal mbak-mbak yang suka kalap makan ini itu. Impulsif pengin tau bedanya kimchi di Mujigae Ciwalk sama Mujigae Festival Citylink. Sungguh bukan. Makan mah makan aja yang penting rasanya cocok, nggak sing-sing ribet pengin ini itu. 

Tapi semenjak di Bandung, teman-teman saya super sekali soal makanan. Kalau kata Yoke sih "mau nggak mau kamu bakal ikut kebawa kebiasaan orang di sekitarmu". Walaupun sering dibilang pelit perhitungan lalalala ya saya akui saya jadi banyak makan ini itu ini itu. 

Faktor manusia dan pekerjaan juga. Tahun pertama keliatannya aja bae bae. Eh jebul ya ada yang hfsgfhsghad juga. Yah sadar tidak sadar pasti ada efeknya buat penghuni-penghuni baru kan. 

Fisik dan psikis sama-sama kena serangan. Wajarlah kalau ada yang tumbang. Nggak cuma saya juga, ternyata dua teman saya lainnya juga pas periksa ke dokter punya masalah yang sama.....masalah di bagian pencernaan. Ya jelas iyalah wong sering bareng makan bareng ya sama penyakitnya.

Bersyukurlah masih sadar dan tahu penyebabnya. Jadi bisa di minimalisir efek buruknya. Saya sih suka random minta dikasih kata-kata positif sama orang-orang hahaha. Ya setidaknya kalau fisiknya memang lemah, jangan sampai psikisnya ikut melemah.

Harus tetap positif. Dan jangan lupa liburan biar bisa update insta story

Dan satu lagi, dekatilah orang-orang yang juga punya aura positif. 





You Might Also Like

1 komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Hai. Terimakasih atas kunjungannya.

Entri Populer

Pengikut

Part of

Blogger Perempuan